Jumat, 10 April 2015

INFEKSI




KATA PENGANTAR

    Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puji dan syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Patologi tentang “Infeksi dan Penyebabnya”
    Adapun makalah Patologi ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.
    Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa maupun dari segi lainnya. Oleh karena itu kami mengucapkan beribu-ribu maaf jika ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini.
    Akhirnya kami mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadappembaca, sebelum dan sesudahnya kami ucapkan jazakumuloh khoiron katsiron


                                                                                    Bandung, 23 februari 2015

                                                                                                Penyusun



DAFTAR ISI


Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A.   Latar Belakang.................................................................................. 1
B.   Rumusan Masalah............................................................................. 2
C.   Tujuan............................................................................................... 2
Bab II Infeksi dan Penyebabnya
A.   Pengertian Infeksi............................................................................. 3
B.   Penyebab Infeksi............................................................................... 3
C.   Cara Mikroorganisme Menimbulkan Penyakit................................ 5
D.   Proses Peradangan............................................................................ 5
E.    Macam Macam Infeksi...................................................................... 8
Bab III Penutup
A.   Kesimpulan..................................................................................... 15
Daftar Pustaka................................................................................................ 16

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Menurut Kamus Saku Kedokteran Dorland, Infection atau Infeksi adalah inivasi dan multiplikasi mikroorganisme di jaringan tubuh, terutama yang menyebabkan cedera selular lokal akibat metabolisme yang kompetitif, konsin, replikasi intraselularatau respon antigen-antibodi.
Di era globalisasi ini banyak masyarakat yang memiliki kesehatan rendah, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dan yang paling penting adalah masyarakat kurang peduli terhadap lingkungan sekitar mereka sendiri. Padahal kesehatan seseorang sangatlah tergantung pada lingkungannya sendiri.
Tubuh manusia akan selalu terancam oleh serangan agen-agen Infeksius seperti bakteri, virus, jamur dan parasit. Untuk menghindari serangan-serangan tersebut biasanya badan akan mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang ada di sekitar lingkungan sekitar  yang disebabkan oleh agen Infeksius yang masuk kedalam tubuh.
Berdasarkan kajian di atas, maka dibuatlah makalah ini untuk mengkaji lebih dalam tentang “Apa itu Infeksi dan apa saja penyebab Infeksi”.





B.     RUMUSAN MASALAH
Dalam kajian ini berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah “Apa itu Infeksi dan apa saja penyebab Infeksi” Kajian tersebut akan diperjelas melalui pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:
1.      Apa itu Infeksi?
2.      Apa saja penyebab Infeksi ?
3.      Macam-macam penyakit seperti apa yang disebabkan oleh Infeksi?

C.    TUJUAN
            Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dari kajian ini adalah sebagai berikut:
1.         Untuk dapat mengetahui apa itu Infeksi.
2.         Untuk dapat mengetahui penyebab-penyebab Infeksi.
3.         Untuk dapat mengetahui macam-macam penyakit yang disebabkan oleh Infeksi.


BAB II
INFEKSI DAN PENYEBABNYA

A.   PENGERTIAN INFEKSI
Ada beberapa pendapat tentang pengertian Infeksi, seperti menurut Potter & Perry (2005) yang menyatakan bahwa Infeksi adalah proses invasif oleh mikroorganisme dan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit. Hampir sama dengan Potter&Perry, menurut Kozier,et al (1995)  Infeksi adalah invasi tubuh oleh mikroorganisme dan berpoliferasi dalam jaringan tubuh. Dalam Kamus Saku Kedokteran Dorland (2009) Infection atau Infeksi adalah inivasi dan multiplikasi mikroorganisme di jaringan tubuh, terutama yang menyebabkan cedera selular lokal akibat metabolisme yang kompetitif, konsin, replikasi intraselular atau respon antigen-antibodi.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Infeksi merupakan invasi dan multiplikasi mikroorganisme dalam jaringan tubuh, yang menyebabkan cedera selular lokal akibat metabolisme yang kompetitif, konsin, replikasi, intraselular atau respom antigen-antibodi.
B.   PENYEBAB INFEKSI
Beberapa ahli mengatakan bahwa Indonesia adalah "gudangnya" penyakit infeksi, mungkin ada benarnya juga, kita dapat lihat berapa banyak macam penyakit infeksi di Indonesia mulai yang bersumber pada binatang sampai penularan antar manusia. Infeksi disebabkan oleh empat kategori yaitu:
1.      Bakteri
Bakteri, dari kata latin bacterium adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Bakteri sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniseluler(bersel tunggal) dengan struktur prokariot, yang berarti bahwa sel ini memiliki membran sel, tetapi tidak memiliki nukleus terbungkus membran dan organel terbungkus membran lainnya. Ada dua jenis bakteri yaitu aerob dan anaerob. Infeksi bakteri meliputi permulaan awal dari proses infeksi hingga mekanisme timbulnya tanda dan gejala penyakit. Ciri-ciri bakteri patogen yaitu kemampuan untuk menularkan, melekat pada sel inang, menginvasi sel inang dan jaringan, mampu untuk meracuni, dan mampu untuk menghindar dari sistem kekebalan inang. Penyakit terjadi jika bakteri atau reaksi yang ditimbulkannya menyebabkan bahaya bagi sel inang.
Bakteri merupakan penyebab terbanyak dari infeksi seperti  pes, mikobakteri, kusta, sifilis, infeksi riketsia dan lain lain.
2.      Virus
Virus adalah parasit intarsel obligat yang bergantung pada perangkat metabolik sel untuk berkembang biak. Virus terdiri atas genom asam nukleat yang dikelilingi oleh sebuah selaput protein (kapsid) yang kadang-kadang terbungkus oleh suatu membran lemak. Virus berukuran ultra mikroskopis, virus dapat melakukan reproduksi dengan melakukan replikasi yaitu siklus litik dan silus lisogenik.
Infeksi virus pada manusia antara lain seperti gondongan, campak, demam berdarah, hepatitis B, herpes, dan lain lain.
3.      Jamur
Jamur adalah eukariot yang memiliki dinding sel tebal dengan kitin dan membran sel yang mengandung aergosterol. Jamur dapat tumbuh sebagai sel ragi bertunas. Jamur dapat mengeluarkan spora seksual dan spora aseksual atau konidia.
Infeksi jamur dalam dapat menyebar secara sistematik dan menginvasi jaringan, yang merusak organ vital pada tubuh atau tetap laten pada penjamu normal. Infeksi yang dapat disebabkan oleh jamur antara lain Ragi, kandiasis, kriptokokosis, kapang, aspergilosis zigomikosis.
4.      Parasit
Parasit adalah benalu atau organisme yang hidup dan menghisap makanan dari organisme lain yang ditempelinnya. Kelompok parasit yaitu protozoa, cacing, dan arthrophoda.

C.   CARA MIKROORGANISME MENIMBULKAN PENYAKIT
Agen infeks menimbulkan infeksi dan merusak jaringan ringan melalui tiga cara.
1.      Berkontak atau memasuki sel pejamu dan secara langsung menyebabkan kematian sel .
2.      Mengeluarkan toksin yang mmatikan sel disekitarnya, mengeluarkan enzim yang menguraikan komponen jaringan, atau metusak pembuluh darah dan menimbulkan nekrosis iskemik.
3.      Mmicu respon seluler penjamu yang meskipun ditunjukan pada mikroba yang bersangkutan menyebabkan kerusakan jaringan biasaya melalui mekanisme-mekanisme imunoligik.

D.   PROSES PERADANGAN
Peradangan dapat didefinisikan sebagai reaksi jaringan terhadap cedera, yang secara khas terdiri atas respon vaskular dan selular, yang bersama-sama berusaha menghancurkan substansi yang dikenali sebagai asing untuk tubuh. Proses peradangan dibagi menjadi tiga fase yaitu:
1.      Fase Inflamasi
Fase inflamasi adalah satu dari respon utama sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi, untuk mencegah penyebaran infeksi mengalami dua cara yaitu:
a)      Homeostatis yaitu terjadi vasokontriksi oleh media catekolamin dan prostaglandin diikuti terjadinya agregasi platelet serta proses aktifitas thromboplastin (clotting).
b)       Inflammasi yaitu terjadinya vasodilatasi kapiler-kapiler sekitar daerah radang, aktivasi sel-sel radang sampai proses fagositosis.

2.      Fase Proliferatif
Fase proliferatif adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan proliferasi sel. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan yaitu bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan digunakan selama proses reonstruksi jaringan. Fase proliferatif mengalamai tiga tahap yaitu:
a.       Granulasi adalah  tersusunnya colagen primer di daerah luka atau radang, diikuti pelapisan oleh fibroblast dan terjadinya proses angiogenesis.
b.      Kontraksi adalah matrik yang tersusun oleh colagen dan fibroblast mengadakan kontraksi menarik tepi luka untuk menutup luka.
c.       Epithelialisasi adalah pertumbuhan sel-sel epitel.
3.      Fase Maturasi
Fase ini dimulai pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan. Tujuan dari fase maturasi ini adalah  menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan yang kuat dan bermutu. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan granulasi, warna kemerahan dari jaringan mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut. Kekuatan dari jaringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke 10 setelah perlukaan.
Untuk mencapai penyembuhan yang optimal diperlukan keseimbangan antara kolagen yang produksi dengan yang dipecahkan. Kolagen yang berlebihan akan terjadi penebalan jaringan parut atau hypertrophic scar, sebaliknya produksi yang berkurang akan menurunkan kekuatan jaringan parut dan luka akan selalu terbuka.
Luka dikatakan sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan parut mampu atau tidak mengganggu untuk melakukan aktivitas normal. Meskipun proses penyembuhan luka sama bagi setiap penderita, namun outcome atau hasil yang dicapai sangat tergantung pada kondisi biologis masing-masing individu, lokasi serta luasnya luka.



E.   MACAM MACAM INFEKSI
1.      Infeksi Bakteri
-          Pes

Yersinia pestis  adalah bakteri intrasel Gram-negatif- kultatif yang ditularkan oleh gigitan fleabites atau aerosol dan menyebabkan infeksi sistemik yang sangat invasif dan sering mematikan, disebut pes. Pes menyebabkan Pes dapat ditemui di seluruh dunia, terutama di benua Afrika. Sebagian besar penderita pes merupakan penduduk desa, lebih banyak ditemui pada laki – laki, dan dapat terjadi pada semua umur. Pes disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis.
Bakteri ini pada awalnya menginfeksi kutu. Ketika kutu menggigit tikus, maka tikus tersebut akan terinfeksi bakteri pes. Dengan demikian,  jika kutu lain menggigit tikus sakit tersebut, maka kutu tersebut juga akan terinfeksi.  Jika kutu – kutu ini menggigit manusia, maka bakteri dalam tubuh kutu akan masuk ke dalam tubuh manusia, mengikuti aliran getah bening dan menyebar melalui sirkulasi darah. Di kelenjar getah bening, bakteri ini menimbulkan reaksi radang berupa bengkak, kemerahan dan nanah.  Bakteri ini kemudian menyebar melalaui aliran darah ke organ-organ lain seperti limpa, paru-paru, hati, ginjal dan otak. Ketika sampai paru-paru, bakteri ini dapat menyebabkan radang (pneumonia) dan dapat menularkan penyakit kepada orang lain melalui batuk atau bersin. Bakteri yang dibatukkan dapat bertahan di udara dan dapat terhirup oleh orang lain. Pes tidak hanya dapat menginfeksi tikus, namun juga bisa menginfeksi kucing, anjing, dan tupai.

-          Mikobakteri
Bakteri dalam genus Mycobacterium adalah bakteri berbentuk batang langsing aerob yang tumbuh membentuk rantai lurus atau bercabang. Mycobacterium  memiliki dinding  sel berlemak  yang terdiri atas asam mikolat yang menyebabkan kuman ini tahan asam, yang membuat bakteri ini asam dan alkohol. Mikobakteri memberi hasil positif lemah pada warna garam.
-          Kusta
Kusta, atau lepra atau penyakit Hensen, adalah infeksi progresif lambat akibat Mycobacterium leprae, yang mengenai  kulit dan saraf perifer serta menyebabkan deformitas. M. leprae yang terhirup, seperti M. tuberculosis, diserap oleh makrofag alveolus dan menyebar melalui darah, tetapi tumbuh di jaringan yang relatif dingin di kulit dan ekstremitas. Meskipun tidak mudah menular, kusta tetap menyebabkan endemi pada sekitar 10 sampai 15 juta orang yang tinggal di negara miskin di daerah tropis.
            Kusta memiliki dua pola penyakit yang mencolok. Pasien dengan bentuk yang lebih ringan, kusta tuberkuloid, memperlihatkan lesi kulit kering berskuama yang mengalami penurunan sensibilitas. Pasien  ini sering memperlihatkan keterlibatan saraf perifer besar yang asimetris. Bentuk kusta yang lebih berat, kusta lepromatosa, menyebabkan pembentukkan nodul dan penebalan kulit yang simetris. Bentuk ini juga disebut sebagai Ikusta lempromatosa, menyebabkan pembentukkan nodul dan penebalan kulit yang simetris.
-          Sifilis
Sifilis, atau dikenal juga dengan raja singa, adalah penyakit infeksi menular seksual yang bersifat kronis. Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum. Sifilis dapat menyerang organ-organ dalam tubuh seperti jantung, otak dan susunan saraf. Penyakit sifilis dapat menyerang laki-laki maupun wanita, dan segala usia.
Penyakit sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyebaran penyakit terjadi melalui sentuhan langsung dengan luka yang mengandung Treponema pallidum, seperti melalui hubungan seksual yang tidak aman ataupun kontak fisik lainnya, seperti menyentuh luka pada penderita sifilis atau menggunakan pakaian bergantian tanpa dicuci terlebih dahulu.
Hubungan seksual tidak aman yang dimaksud seperti berhubungan dengan PSK (Pekerja Seks Komersil) yang sudah terlebih dahulu terinfeksi, atau berganti-ganti pasangan seksual. Hubungan seksual yang dimaksud tidak hanya lewat vagina, namun juga bisa melalui mulut, anus, ataupun jari. Berciuman juga dapat menularkan sifilis bila pada kedua pasangan terdapat luka pada mulutnya dan salah satunya sudah terinfeksi sifilis. Tanpa hubungan seksualpun, penyakit sifilis dapat menular melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi dengan bakteri sifilis.
Sifilis dapat ditularkan langsung dari ibu yang sedang hamil ke janin yang dikandungnya, namun sifilis bukanlah penyakit keturunan. Sifilis dapat menular juga melalui transfusi darah yang tidak steril.

2.      Infeksi Virus
-          Campak
Virus campak (Rubeola) merupakan penyebab utama penyakit dan kematian di seluruh dunia dan dapat di cegah oleh vaksin . Pada tahun 2001, di periksakan 30 juta, termasuk 777.000 kematian, yang sebagian terjadi di negara-negara yang sedang berkembang. Akibat kekurangan gizi, anak di negara 10 sampai 100 kali lebih besar kemungkinan terkena campak di bandingkan anak-anak negara maju. Campak dapat menyebabkan gangguan imunitas seluler (seperti terinfeksi HIV).
Virus camapak adalah virus RNA untaitunggal dari famili paramiksovirus yang mencangkup campak, virus campak hanya memiliki satu galur saja. telah teridenfikasi dua reseptor mermukaan sel untuk virus campak : CD46 (suatu protein regulatotik) dan SLAM (suatu molekul yang berperan pada pengatifan sel T46,47).
-          Gondongan (Mumps)
 Seperti virus campak, Virus gondongan (mumps) adalah anggota famili paramiksovirus. Virus gondongan memiliki dua jenis glikoprotein permukaan, satu dengan aktifitas hemaglutinin dan neuraminidase dan yang lain dengan aktifitas fusi sel dan hemolotik. Virus gondongan masuk ke saluran napas atas melalui inhalasi droplet pernapasan,menyebar ke kelenjar limfe regional tempat virus ini berkembang biak di limfosits (terutama di sel T aktif), dan kelenjar lain.
Virus gondongan menginfeksi sel epitel duktus kelenjar liur,menyebabkan deskuaminase sel, edema dan peradangan yang menghasilkan klasik gondongan. Gondongan adalah nyeri dan pembengkakan kelejar liur. Virus gondongan juga bisa menyebar ke bagian lain termasuk susunan saraf pusat, testis , ovarium dan pankreas.
-          Demam Berdarah Virus (VHF)
Demam berdarah virus (VHF) adalah infeksi sistemik yang di tandai oleh demam dan pendarahan. Penyakit ini biasanya di sebabkan oleh virus RNA berselubung dari empat famili berbeda ; arenavirus, filovirus, bunyavirus, dan flavivirus.meskipun secara struktural terpisah virus ini bergantung pada pejamu misalnya serangga dan hewan untuk tetap bertahan hidup dan berkembang.
Virus VHF terbatas secara geografis di tempat tinggal pejamu dan bila manusia terinfeksi virus VHF ini maka manusia akan terinfeksi virus VHF meskipun kecil peluangang manusia tertular.
Dosis infeksi dari virus-virus VHF tampak rendah, tetapi virus demam berdarah akan mengakibatkan penyebaran penyakit yang luas,meliputi penyakit akut yang relatif ringan di setai demam,nyeri kepala, mialgia,ruam, neutropenia, dan trombositopenia hingga penyakit berat yang menimbulkan kematian. Virus-virus ini masuk melalui darah melalui sejumlah rute termasuk gigitan serangga,menyebabkan penyakit selama periodeviremia.
-          Hepatitis B
 Virus hepatitis B (HBV) merupakan penyakit hati yang akut dan kronik di seluruh dunia sebagai contoh infeksi virus produktif kronik hepatitis B adalah suatu virus DNA yang dapat di tularkan melalui kulit,pakaian, tranfusi darah dan sexsual. HBV dapat menghindari sistem imun dengan menghambat pembentukan IFN-B dan dengan menekan ekspresi genvirus dan efekfitas respons CTL adalah penentu utama manusia untuk membasmi virus supaya tidak masuk pada tubuhnya, infeksi ini dapat terjadi 5% sampai 10% terjadi pada orang dewasa dan 90% akan terjadi lebih besar tehadap anak-anak .
-          Herpes
Di dalam virus herpes simpleks terdapat HSV-1 dan HSV-2 berbeda secara serologis, tetapi serupa secara genetik yang menyebabkan infeksi primer dan rekuren yang mirip. Virus virus ini menimbulkan infeksi akut dan laten, keduanya berreplikasi dikulit dan selaput lendir ditempat masuknya virus (biasaya orovaring atau genital), virus ini akan menghasilkan virion infeksi dan menimbulkan lesi bersevikel di epidermis.
Virus ini akan menyebar ke neuron sensorik yang mempersarafi tempat replikasi primer ini, nukleokapsid virus diangkut sepanjang akson kedalam sel neuron, tempat virus ini akan membentuk infeksi laten. Selama masa laten DNA virus tetap berada di dalam nukleus neuron dan yang disintesis hanya mRNA virus yang berkaitan dengan sifat laten disebut (LATE). Pada keadaan ini sepertinya tidak ada protein virus yang dibentuk sehingga virus tidak dapat dikenali oleh sistem imun.
3.      Jamur
Infeksi jamur disebut mikosis. Jamur adalah eukariot yang tumbuh terutama membentuk tunas (buding; ragi, yeast) atau filament yang disebut hifa (kapang, molds). Perbedaan antara ragi dengan kapang tidak absolut dan didasarkan pada morfologi organisme. Sebagian jamur misalnya, Candida albicans, cenderung tumbuh terutama dalam bentuk ragi, tetapi dapat juga membentuk hifa. Macam-macam bentuk jamur :
a.    RAGI
-   Kandidiasi
Spesies candida, yang normalnya terdapat dikulit, mulut, saluran cerna, dan vagina adalah mikroorganisme yang mudah tumbuh. Namun spesies candida terutama c.albicans, merupakan penyebab tersering infeksi jamur pada manusia. C.albicans paling baik tumbuh pada permukaan hangat, dan lembab sehingga sering menyebabkan oral trush, vaginitis, dan ruam popok. Candida dapat secara langsung masuk kedalam darah melalui selang intravena, kateter, dialisis peritoneum, bedah jantung atau penyalahgunaan obat intervena. Kandidiasis diseminata berat barkaitan dengan neutropenia akibat leukima atau terapi anti kanker, imunosupresi setelah transplantasi, dan penyakit neutrophil seperti penyakit granulomatosa kronik. 
-   Kriptokokosis
            Cryptococcus neuformans adalah ragi berkapsul yang menyebabkan meningeonsefalitis pada orang normal meskipun lebih sering bermanifestasi sebagai infeksi oportunistik pada pasien AIDS, leukemia, atau sarkoidosis dan pada penerima transplan.



b.    KAPANG
-  Aspergilosis
                        Aspergilosis adalah kapang yang ditemukan dimana-mana dan menyebkan alergi (brewer’s lung) pada orang sehat dan sinusitis serius, pneumonia dan fungemia pada orang dengan gangguan kekebalan. Faktor utama yang merupakan predisposisi terjadinya infeksi Asfergillus adalah neutropenia dan kortikosteroid. Jamur saprofit ini membentuk spora dan menghasilkan banyak konidia (spora  merupakan spesies tersering yang menyebabkan infeksi invasif yang parah.
-          Zygomikosis (mukormikosis)
            Zigomikosis (mukormikosis, fikomikosis) adalah suatu infeksi oportunistik yang disebabkan “jamur roti” termasuk Rhizopus, Absidia, Cunninghamella dan Mucor yang temasuk dalam kelas Zygomycetes. Factor predisposisi utamanya adalah neutropenia, pemakaian kortikoskeroid, diabetes militus, dan rusaknya sawar kulit akibat luka bakar, luka oprasi dan trauma.

4.      Parasit

-          Protozoa
Protozoa adalah organism eukarotik bersel tunggal. Protozoaparasitik ditularkan oleh serangga atau melalui rute feses-oral dan pada manusia terutama menempati darah atau usus. Biasanya protoozoa berukuran sekitar 10-50 μm, tetapi dapat tumbuh sampai 1 mm, dan mudah dilihat di bawah mikroskop. Mereka bergerak di sekitar dengan cambuk seperti ekor disebut flagela.

-          Cacing Pita (Cestoda) Sistiserkosis dan Penyakit Hidatid
Taenia Solium dan Echinococcus granulosus merupakan parasit cestoda (cacing pita yang masing-masing menyebabkan sistiserkosis dan infeki hidatid). Kedua penyakit disebabkan oleh larva yang beerkembang setelah telur caicing pita tertelan. Cacing pita ini memiliki daur hidup yang kompleks yang memerlukan dua pejamu mamalia pejamu definitif, yaitu cacing mencapai kematangan seksual dan pejamu anatara, yaitu caing tidak mencapai kematangan seksual.
-          Arthrophoda
   
  Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos artinya kaki yang berarti merupakan hewan yang memiliki kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata.

BAB III
PENUTUP
Infeksi adalah Masuknya kuman penyakit kedalam tubuh hingga menimbulkan gejala-gejala penyakit. Infeksi merupakan invasi dan multiplikasi mikroorganisme dalam jaringan tubuh, yang menyebabkan cedera selular lokal akibat metabolisme yang kompetitif, konsin, replikasi, intraselular atau respom antigen-antibodi.  Infeksi disebabkan oleh empat kategori yaitu bakteri, virus, jamur dan parasit.


DAFTAR PUSTAKA
Anonim1 (NY) Protozoa. Tersedia http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa
Mahata D, Angelina A, Juwono S, (2008) Rahasia Bakteri ?. Jakarta: PT Gramedia
Potter, (2010).  Fundamental Keperawatan. Jakarta EGC: Salemba Medika
Putra N A, (2012) Proses Awal Terjadinya Infeksi Pada Luka. Tersedia. http://www.emingko.com/2012/11/proses-awal-terjadinya-infeksi-pada-luka.html
Resiana N, (2014)  Tugas Patofiologi Infeksi. Tersedia. http://nissa-uchil.blogspot.com/2014/02/tugas-patofisiologi-infeksi.html
Robbins, Cotran, (2010) Dasar Patofisiologi Penyakit Edisi 7. Jakarta: Kedokteran EGC
Susilowarno G, Hartono S, Mulyadi, dkk, (2008) Biologi SMA/MA Kls X (Diknas). Yogjakarta: Grasindo
Tamboyong J (2000) Patofisiologi. Jakarta: Kedokteran EGC
Taufan (2014) Pengertian ciri ciri dan klasifikasi. Tersedia http://taufan-web.blogspot.com/2014/04/pengertian-ciri-ciri-dan-klasifikasi.html
Yolanda N (2013) Pes. Tersedia http://www.kerjanya.net/faq/3873-pes.html
Yolanda N (2013) Sifilis. Tersedia http://www.kerjanya.net/faq/3883-sifilis.html



2 komentar:

  1. Herpes adalah penyakit serius dan berulang yang tidak dapat disembuhkan melalui obat-obatan atau suntikan oleh dokter Amerika tetapi cara terbaik untuk menangani Herpes adalah dengan meminum obat herbal alami untuk itu, saya telah membaca tentang DR JAMES, dokter ahli herbal yang menyembuhkan saya dari herpes dengan obat herbal yang kuat. Saya menghubungi dia untuk mengetahui bagaimana dia dapat membantu saya dan dia mengatakan kepada saya untuk tidak pernah khawatir
    bahwa dia akan membantu saya dengan ramuan alami dari Tuhan!
    Setelah 2 hari menghubunginya, dia memberi tahu saya bahwa obatnya sudah siap dan
    dia mengirimkannya kepada saya melalui UPS SPEED POST dan itu sampai kepada saya setelah 3 hari!
    Saya menggunakan obat itu seperti yang dia perintahkan kepada saya (PAGI dan MALAM) dan ternyata saya
    sembuh!
    ini benar-benar seperti mimpi tetapi saya sangat senang! untuk orang yang menderita penyakit berikut: Penyakit Alzheimer, Penyakit Bechet, Penyakit Crohn, Penyakit Parkinson, Skizofrenia, Kanker Paru, Kanker Payudara, Kanker Colo-Rectal, Kanker Darah, Kanker Prostat, siva. Penyakit Dupuytren, Tumor bulat-sel kecil Desmoplastik Diabetes, penyakit Celiac, Penyakit Creutzfeldt-Jakob, Angiopati Amiloid Serebral, Ataksia, Artritis, Amyotrophic Lateral Sclerosis, Fibromyalgia, Fluoroquinolone Toksisitas
    Syndrome Fibrodysplasia Ossificans ProgresS sclerosis, Kejang, penyakit Alzheimer, Adrenocortical carcinoma. Asma, penyakit alergi. AIDS, Herpe, Copd, Glaucoma., Katarak, degenerasi makula, penyakit kardiovaskular, penyakit paru-paru, kanker prostat, osteoporosis, kanker prostat
    Dementia.Lupus.
    , Penyakit Cushing, Gagal Jantung, Multiple Sclerosis, Hipertensi, Kanker Colo_Rectal, Penyakit Lyme, Kanker Darah, Kanker Otak, Kanker Payudara, Kanker Paru-Paru, Kanker Ginjal, HIV, Herpes, Hepatitis B, Radang Hati, Diabetes, Fibroid,
    harus menghubungi dia untuk obat herbal karena saya adalah kesaksian hidup dan saya sembuh dari herpes dan obatnya sah. Saya mengiriminya apa yang dia minta dan dia mengirimi saya obatnya yang saya minum selama 2 minggu yang baik dan hari ini saya di sini dengan hasil negatif. Ketika saya pergi untuk tes saya sangat senang setelah minum obat herbal, saya memberi penghormatan kepada negaranya untuk merayakan bersamanya di festival Afrika-nya yang dia katakan biasanya terjadi setiap tahun. Anda dapat menghubunginya melalui VIA E-mail drjamesherbalmix@gmail.com atau nomor whatsapp: +2348152855846

    BalasHapus
  2. Best Hotels in Las Vegas, NV | MapYRO
    5 Casino Hotels in Las Vegas, NV · 7 Cedars 삼척 출장샵 · 2 Casino · 1 익산 출장안마 Casino · 1 Hotel 남양주 출장안마 · 2 Resorts 동두천 출장안마 Casino. Rating: 4.4 · ‎12 reviews · ‎Price 제천 출장마사지 range: $$

    BalasHapus