KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha
Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan puji dan syukur atas
kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Patologi tentang “Infeksi dan
Penyebabnya”
Adapun makalah Patologi ini telah kami
usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak,
sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami
dalam pembuatan makalah ini.
Namun tidak lepas dari semua itu, kami
menyadari sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa
maupun dari segi lainnya. Oleh karena itu kami mengucapkan beribu-ribu maaf
jika ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini.
Akhirnya kami mengharapkan semoga dari
makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan
inspirasi terhadappembaca, sebelum dan sesudahnya kami ucapkan jazakumuloh
khoiron katsiron
Bandung,
23 februari 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
A.
Latar Belakang..................................................................................
1
B.
Rumusan Masalah.............................................................................
2
C.
Tujuan...............................................................................................
2
Bab II Infeksi dan Penyebabnya
A.
Pengertian Infeksi.............................................................................
3
B.
Penyebab Infeksi...............................................................................
3
C.
Cara Mikroorganisme Menimbulkan Penyakit................................
5
D.
Proses Peradangan............................................................................
5
E.
Macam Macam Infeksi......................................................................
8
Bab III Penutup
A.
Kesimpulan.....................................................................................
15
Daftar
Pustaka................................................................................................
16
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Menurut
Kamus Saku Kedokteran Dorland, Infection
atau Infeksi adalah inivasi dan multiplikasi mikroorganisme di jaringan tubuh,
terutama yang menyebabkan cedera selular lokal akibat metabolisme yang
kompetitif, konsin, replikasi intraselularatau respon antigen-antibodi.
Di
era globalisasi ini banyak masyarakat yang memiliki kesehatan rendah, kurangnya
pengetahuan tentang kesehatan lingkungan dan yang paling penting adalah
masyarakat kurang peduli terhadap lingkungan sekitar mereka sendiri. Padahal
kesehatan seseorang sangatlah tergantung pada lingkungannya sendiri.
Tubuh
manusia akan selalu terancam oleh serangan agen-agen Infeksius seperti bakteri,
virus, jamur dan parasit. Untuk menghindari serangan-serangan tersebut biasanya
badan akan mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya
yang ada di sekitar lingkungan sekitar
yang disebabkan oleh agen Infeksius yang masuk kedalam tubuh.
Berdasarkan
kajian di atas, maka dibuatlah makalah ini untuk mengkaji lebih dalam tentang “Apa
itu Infeksi dan apa saja penyebab Infeksi”.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Dalam kajian ini berdasarkan latar
belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah “Apa itu Infeksi dan apa saja
penyebab Infeksi” Kajian tersebut akan diperjelas melalui pertanyaan-pertanyaan
sebagai berikut:
1. Apa itu Infeksi?
2. Apa saja penyebab Infeksi ?
3. Macam-macam penyakit
seperti apa yang disebabkan oleh Infeksi?
C.
TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan
dari kajian
ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk dapat mengetahui apa itu Infeksi.
2.
Untuk dapat mengetahui penyebab-penyebab
Infeksi.
3.
Untuk dapat mengetahui macam-macam
penyakit yang disebabkan oleh Infeksi.
BAB II
INFEKSI DAN
PENYEBABNYA
A.
PENGERTIAN
INFEKSI
Ada
beberapa pendapat tentang pengertian Infeksi, seperti menurut Potter &
Perry (2005) yang menyatakan bahwa Infeksi adalah proses invasif oleh
mikroorganisme dan berpoliferasi di dalam tubuh yang menyebabkan sakit. Hampir
sama dengan Potter&Perry, menurut Kozier,et al (1995) Infeksi adalah invasi tubuh oleh
mikroorganisme dan berpoliferasi dalam jaringan tubuh. Dalam Kamus
Saku Kedokteran Dorland (2009) Infection
atau Infeksi adalah inivasi dan multiplikasi mikroorganisme di jaringan tubuh,
terutama yang menyebabkan cedera selular lokal akibat metabolisme yang
kompetitif, konsin, replikasi intraselular atau respon antigen-antibodi.
Berdasarkan
pendapat-pendapat tersebut
dapat disimpulkan bahwa Infeksi merupakan invasi dan multiplikasi
mikroorganisme dalam jaringan tubuh, yang menyebabkan cedera selular lokal
akibat metabolisme yang kompetitif, konsin, replikasi, intraselular atau respom
antigen-antibodi.
B.
PENYEBAB
INFEKSI
Beberapa ahli mengatakan bahwa Indonesia adalah
"gudangnya" penyakit infeksi, mungkin ada benarnya juga, kita dapat
lihat berapa banyak macam penyakit infeksi di Indonesia mulai yang bersumber
pada binatang sampai penularan antar manusia. Infeksi
disebabkan oleh empat kategori yaitu:
1. Bakteri
Bakteri,
dari kata latin bacterium adalah
kelompok raksasa dari organisme hidup. Bakteri sangatlah kecil (mikroskopik)
dan kebanyakan uniseluler(bersel tunggal) dengan struktur prokariot, yang
berarti bahwa sel ini memiliki membran sel, tetapi tidak memiliki nukleus
terbungkus membran dan organel terbungkus membran lainnya. Ada dua jenis
bakteri yaitu aerob dan anaerob. Infeksi bakteri meliputi permulaan
awal dari proses infeksi hingga mekanisme timbulnya tanda dan gejala penyakit. Ciri-ciri
bakteri patogen yaitu kemampuan untuk menularkan, melekat pada
sel inang, menginvasi sel inang dan jaringan,
mampu untuk meracuni, dan mampu
untuk menghindar dari sistem kekebalan inang. Penyakit
terjadi jika bakteri atau reaksi yang ditimbulkannya menyebabkan bahaya bagi
sel inang.
Bakteri
merupakan penyebab terbanyak dari infeksi seperti pes, mikobakteri, kusta, sifilis, infeksi
riketsia dan lain lain.
2. Virus
Virus
adalah parasit intarsel obligat yang bergantung pada perangkat metabolik sel
untuk berkembang biak. Virus terdiri atas genom asam nukleat yang dikelilingi
oleh sebuah selaput protein (kapsid) yang kadang-kadang terbungkus oleh suatu
membran lemak. Virus berukuran ultra mikroskopis, virus dapat melakukan
reproduksi dengan melakukan replikasi yaitu siklus litik dan silus lisogenik.
Infeksi
virus pada manusia antara lain seperti gondongan, campak, demam berdarah,
hepatitis B, herpes, dan lain lain.
3. Jamur
Jamur
adalah eukariot yang memiliki dinding sel tebal dengan kitin dan membran sel
yang mengandung aergosterol. Jamur dapat tumbuh sebagai sel ragi bertunas.
Jamur dapat mengeluarkan spora seksual dan spora aseksual atau konidia.
Infeksi
jamur dalam dapat menyebar secara sistematik dan menginvasi jaringan, yang
merusak organ vital pada tubuh atau tetap laten pada penjamu normal. Infeksi
yang dapat disebabkan oleh jamur antara lain Ragi, kandiasis, kriptokokosis,
kapang, aspergilosis zigomikosis.
4. Parasit
Parasit adalah benalu atau organisme
yang hidup dan menghisap makanan dari organisme lain yang ditempelinnya.
Kelompok parasit yaitu protozoa, cacing, dan
arthrophoda.
C. CARA MIKROORGANISME MENIMBULKAN PENYAKIT
Agen infeks menimbulkan infeksi dan merusak jaringan ringan melalui tiga cara.
1.
Berkontak atau memasuki sel pejamu dan secara langsung
menyebabkan kematian sel .
2.
Mengeluarkan toksin yang mmatikan sel disekitarnya,
mengeluarkan enzim yang menguraikan komponen jaringan, atau metusak pembuluh
darah dan menimbulkan nekrosis iskemik.
3.
Mmicu respon seluler penjamu yang meskipun ditunjukan
pada mikroba yang bersangkutan menyebabkan kerusakan jaringan biasaya melalui
mekanisme-mekanisme imunoligik.
D. PROSES PERADANGAN
Peradangan dapat didefinisikan sebagai reaksi jaringan terhadap cedera,
yang secara khas terdiri atas respon vaskular dan selular, yang bersama-sama
berusaha menghancurkan substansi yang dikenali sebagai asing untuk tubuh. Proses
peradangan dibagi menjadi tiga fase yaitu:
1.
Fase Inflamasi
Fase
inflamasi adalah satu dari respon utama sistem kekebalan tubuh terhadap
infeksi, untuk mencegah penyebaran infeksi mengalami dua cara yaitu:
a)
Homeostatis
yaitu terjadi vasokontriksi oleh media
catekolamin dan prostaglandin diikuti terjadinya agregasi platelet serta proses
aktifitas thromboplastin (clotting).
b)
Inflammasi yaitu
terjadinya vasodilatasi kapiler-kapiler sekitar daerah radang, aktivasi sel-sel
radang sampai proses fagositosis.
2.
Fase
Proliferatif
Fase
proliferatif adalah memperbaiki dan menyembuhkan luka dan ditandai dengan
proliferasi sel. Peran fibroblas sangat besar pada proses perbaikan yaitu
bertanggung jawab pada persiapan menghasilkan produk struktur protein yang akan
digunakan selama proses reonstruksi jaringan. Fase proliferatif mengalamai tiga tahap yaitu:
a.
Granulasi
adalah tersusunnya colagen primer di daerah luka atau radang,
diikuti pelapisan oleh fibroblast dan terjadinya
proses angiogenesis.
b.
Kontraksi
adalah matrik yang tersusun oleh colagen dan fibroblast
mengadakan kontraksi menarik tepi luka untuk menutup luka.
c.
Epithelialisasi
adalah pertumbuhan sel-sel epitel.
3.
Fase
Maturasi
Fase ini dimulai
pada minggu ke-3 setelah perlukaan dan berakhir sampai kurang lebih 12 bulan.
Tujuan dari fase maturasi ini adalah
menyempurnakan terbentuknya jaringan baru menjadi jaringan penyembuhan
yang kuat dan bermutu. Fibroblas sudah mulai meninggalkan jaringan granulasi,
warna kemerahan dari jaringan mulai berkurang karena pembuluh mulai regresi dan
serat fibrin dari kolagen bertambah banyak untuk memperkuat jaringan parut.
Kekuatan dari jaringan parut akan mencapai puncaknya pada minggu ke 10 setelah
perlukaan.
Untuk mencapai
penyembuhan yang optimal diperlukan keseimbangan antara kolagen yang produksi
dengan yang dipecahkan. Kolagen yang berlebihan akan terjadi penebalan jaringan
parut atau hypertrophic scar, sebaliknya produksi yang berkurang akan
menurunkan kekuatan jaringan parut dan luka akan selalu terbuka.
Luka dikatakan
sembuh jika terjadi kontinuitas lapisan kulit dan kekuatan jaringan parut mampu
atau tidak mengganggu untuk melakukan aktivitas normal. Meskipun proses
penyembuhan luka sama bagi setiap penderita, namun outcome atau hasil yang
dicapai sangat tergantung pada kondisi biologis masing-masing individu, lokasi
serta luasnya luka.
E. MACAM MACAM INFEKSI
1.
Infeksi Bakteri
-
Pes
Yersinia pestis adalah bakteri intrasel Gram-negatif- kultatif
yang ditularkan oleh gigitan fleabites
atau aerosol dan menyebabkan infeksi sistemik yang sangat invasif dan sering
mematikan, disebut pes. Pes
menyebabkan Pes
dapat ditemui di seluruh dunia, terutama di benua Afrika. Sebagian besar
penderita pes merupakan penduduk desa, lebih banyak ditemui pada laki – laki,
dan dapat terjadi pada semua umur. Pes disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia
pestis.
Bakteri ini pada awalnya
menginfeksi kutu. Ketika kutu menggigit tikus, maka tikus tersebut akan
terinfeksi bakteri pes. Dengan demikian, jika kutu lain menggigit tikus sakit tersebut,
maka kutu tersebut juga akan terinfeksi. Jika kutu – kutu ini menggigit manusia, maka
bakteri dalam tubuh kutu akan masuk ke dalam tubuh manusia, mengikuti aliran
getah bening dan menyebar melalui sirkulasi darah. Di kelenjar getah bening,
bakteri ini menimbulkan reaksi radang berupa bengkak, kemerahan dan nanah. Bakteri ini kemudian menyebar melalaui aliran
darah ke organ-organ lain seperti limpa, paru-paru, hati, ginjal dan otak.
Ketika sampai paru-paru, bakteri ini dapat menyebabkan radang (pneumonia)
dan dapat menularkan penyakit kepada orang lain melalui batuk atau bersin.
Bakteri yang dibatukkan dapat bertahan di udara dan dapat terhirup oleh orang
lain. Pes tidak hanya dapat menginfeksi tikus, namun juga bisa menginfeksi
kucing, anjing, dan tupai.
-
Mikobakteri
Bakteri
dalam genus Mycobacterium adalah bakteri berbentuk batang langsing aerob yang
tumbuh membentuk rantai lurus atau bercabang. Mycobacterium memiliki
dinding sel berlemak yang terdiri atas asam mikolat yang
menyebabkan kuman ini tahan asam, yang membuat bakteri ini asam dan alkohol.
Mikobakteri memberi hasil positif lemah pada warna garam.
-
Kusta
Kusta, atau lepra atau penyakit
Hensen, adalah infeksi progresif lambat akibat Mycobacterium leprae, yang mengenai
kulit dan saraf perifer serta menyebabkan deformitas. M. leprae yang terhirup, seperti M. tuberculosis, diserap oleh makrofag
alveolus dan menyebar melalui darah, tetapi tumbuh di jaringan yang relatif
dingin di kulit dan ekstremitas. Meskipun tidak mudah menular, kusta tetap
menyebabkan endemi pada sekitar 10 sampai 15 juta orang yang tinggal di negara
miskin di daerah tropis.
Kusta
memiliki dua pola penyakit yang mencolok. Pasien dengan bentuk yang lebih
ringan, kusta tuberkuloid, memperlihatkan
lesi kulit kering berskuama yang mengalami penurunan sensibilitas. Pasien ini sering memperlihatkan keterlibatan saraf
perifer besar yang asimetris. Bentuk kusta yang lebih berat, kusta lepromatosa, menyebabkan
pembentukkan nodul dan penebalan kulit yang simetris. Bentuk ini juga disebut
sebagai Ikusta lempromatosa,
menyebabkan pembentukkan nodul dan penebalan kulit yang simetris.
-
Sifilis
Sifilis, atau dikenal juga dengan
raja singa, adalah penyakit infeksi menular seksual yang bersifat kronis.
Sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum. Sifilis dapat
menyerang organ-organ dalam tubuh seperti jantung, otak dan susunan
saraf. Penyakit sifilis dapat menyerang laki-laki maupun wanita, dan
segala usia.
Penyakit sifilis disebabkan oleh
bakteri Treponema pallidum. Penyebaran penyakit terjadi
melalui sentuhan langsung dengan luka yang mengandung Treponema
pallidum, seperti melalui hubungan seksual yang tidak aman ataupun
kontak fisik lainnya, seperti menyentuh luka pada penderita sifilis atau
menggunakan pakaian bergantian tanpa dicuci terlebih dahulu.
Hubungan seksual tidak aman yang
dimaksud seperti berhubungan dengan PSK (Pekerja Seks Komersil) yang sudah
terlebih dahulu terinfeksi, atau berganti-ganti pasangan seksual. Hubungan
seksual yang dimaksud tidak hanya lewat vagina, namun juga bisa melalui mulut,
anus, ataupun jari. Berciuman juga dapat menularkan sifilis bila pada kedua
pasangan terdapat luka pada mulutnya dan salah satunya sudah terinfeksi
sifilis. Tanpa hubungan seksualpun, penyakit sifilis dapat menular melalui
kontak dengan benda yang terkontaminasi dengan bakteri sifilis.
Sifilis dapat ditularkan langsung
dari ibu yang sedang hamil ke janin yang dikandungnya, namun sifilis bukanlah
penyakit keturunan. Sifilis dapat menular juga melalui transfusi darah yang
tidak steril.
2.
Infeksi Virus
-
Campak
Virus
campak (Rubeola) merupakan penyebab utama penyakit dan kematian di seluruh
dunia dan dapat di cegah oleh vaksin . Pada tahun 2001, di periksakan 30 juta,
termasuk 777.000 kematian, yang sebagian terjadi di negara-negara yang sedang
berkembang. Akibat kekurangan gizi, anak di negara 10 sampai 100 kali lebih
besar kemungkinan terkena campak di bandingkan anak-anak negara maju. Campak
dapat menyebabkan gangguan imunitas seluler (seperti terinfeksi HIV).
Virus
camapak adalah virus RNA untaitunggal dari famili paramiksovirus yang
mencangkup campak, virus campak hanya memiliki satu galur saja. telah
teridenfikasi dua reseptor mermukaan sel untuk virus campak : CD46 (suatu
protein regulatotik) dan SLAM (suatu molekul yang berperan pada pengatifan sel
T46,47).
-
Gondongan (Mumps)
Seperti virus campak, Virus gondongan (mumps)
adalah anggota famili paramiksovirus. Virus gondongan memiliki dua jenis
glikoprotein permukaan, satu dengan aktifitas hemaglutinin dan neuraminidase
dan yang lain dengan aktifitas fusi sel dan hemolotik. Virus gondongan masuk ke
saluran napas atas melalui inhalasi droplet pernapasan,menyebar ke kelenjar
limfe regional tempat virus ini berkembang biak di limfosits (terutama di sel T
aktif), dan kelenjar lain.
Virus
gondongan menginfeksi sel epitel duktus kelenjar liur,menyebabkan deskuaminase
sel, edema dan peradangan yang menghasilkan klasik gondongan. Gondongan adalah
nyeri dan pembengkakan kelejar liur. Virus gondongan juga bisa menyebar ke
bagian lain termasuk susunan saraf pusat, testis , ovarium dan pankreas.
-
Demam Berdarah Virus (VHF)
Demam
berdarah virus (VHF) adalah infeksi sistemik yang di tandai oleh demam dan
pendarahan. Penyakit ini biasanya di sebabkan oleh virus RNA berselubung dari
empat famili berbeda ; arenavirus, filovirus, bunyavirus, dan flavivirus.meskipun
secara struktural terpisah virus ini bergantung pada pejamu misalnya serangga
dan hewan untuk tetap bertahan hidup dan berkembang.
Virus
VHF terbatas secara geografis di tempat tinggal pejamu dan bila manusia
terinfeksi virus VHF ini maka manusia akan terinfeksi virus VHF meskipun kecil
peluangang manusia tertular.
Dosis
infeksi dari virus-virus VHF tampak rendah, tetapi virus demam berdarah akan
mengakibatkan penyebaran penyakit yang luas,meliputi penyakit akut yang relatif
ringan di setai demam,nyeri kepala, mialgia,ruam, neutropenia, dan
trombositopenia hingga penyakit berat yang menimbulkan kematian. Virus-virus
ini masuk melalui darah melalui sejumlah rute termasuk gigitan
serangga,menyebabkan penyakit selama periodeviremia.
-
Hepatitis B
Virus hepatitis B (HBV) merupakan penyakit
hati yang akut dan kronik di seluruh dunia sebagai contoh infeksi virus
produktif kronik hepatitis B adalah suatu virus DNA yang dapat di tularkan
melalui kulit,pakaian, tranfusi darah dan sexsual. HBV dapat menghindari sistem
imun dengan menghambat pembentukan IFN-B dan dengan menekan ekspresi genvirus
dan efekfitas respons CTL adalah penentu utama manusia untuk membasmi virus
supaya tidak masuk pada tubuhnya, infeksi ini dapat terjadi 5% sampai 10%
terjadi pada orang dewasa dan 90% akan terjadi lebih besar tehadap anak-anak .
-
Herpes
Di
dalam virus herpes simpleks terdapat HSV-1 dan HSV-2 berbeda secara serologis,
tetapi serupa secara genetik yang menyebabkan infeksi primer dan rekuren yang
mirip. Virus virus ini menimbulkan infeksi akut dan laten, keduanya
berreplikasi dikulit dan selaput lendir ditempat masuknya virus (biasaya
orovaring atau genital), virus ini akan menghasilkan virion infeksi dan
menimbulkan lesi bersevikel di epidermis.
Virus
ini akan menyebar ke neuron sensorik yang mempersarafi tempat replikasi primer
ini, nukleokapsid virus diangkut sepanjang akson kedalam sel neuron, tempat
virus ini akan membentuk infeksi laten. Selama masa laten DNA virus tetap
berada di dalam nukleus neuron dan yang disintesis hanya mRNA virus yang
berkaitan dengan sifat laten disebut (LATE). Pada keadaan ini sepertinya tidak
ada protein virus yang dibentuk sehingga virus tidak dapat dikenali oleh sistem
imun.
3. Jamur
Infeksi
jamur disebut mikosis. Jamur adalah eukariot yang tumbuh terutama membentuk
tunas (buding; ragi, yeast) atau filament yang disebut hifa (kapang, molds).
Perbedaan antara ragi dengan kapang tidak absolut dan didasarkan pada morfologi
organisme. Sebagian jamur misalnya, Candida albicans, cenderung tumbuh terutama
dalam bentuk ragi, tetapi dapat juga membentuk hifa. Macam-macam bentuk jamur :
a.
RAGI
- Kandidiasi
Spesies
candida, yang normalnya terdapat dikulit, mulut, saluran cerna, dan vagina
adalah mikroorganisme yang mudah tumbuh. Namun spesies candida terutama
c.albicans, merupakan penyebab tersering infeksi jamur pada manusia. C.albicans
paling baik tumbuh pada permukaan hangat, dan lembab sehingga sering
menyebabkan oral trush, vaginitis, dan ruam popok. Candida dapat secara
langsung masuk kedalam darah melalui selang intravena, kateter, dialisis
peritoneum, bedah jantung atau penyalahgunaan obat intervena. Kandidiasis
diseminata berat barkaitan dengan neutropenia akibat leukima atau terapi anti
kanker, imunosupresi setelah transplantasi, dan penyakit neutrophil seperti
penyakit granulomatosa kronik.
- Kriptokokosis
Cryptococcus neuformans adalah ragi berkapsul yang
menyebabkan meningeonsefalitis pada orang normal meskipun lebih sering
bermanifestasi sebagai infeksi oportunistik pada pasien AIDS, leukemia, atau
sarkoidosis dan pada penerima transplan.
b.
KAPANG
- Aspergilosis
Aspergilosis
adalah kapang yang ditemukan dimana-mana dan menyebkan alergi (brewer’s lung)
pada orang sehat dan sinusitis serius, pneumonia dan fungemia pada orang dengan
gangguan kekebalan. Faktor utama yang merupakan predisposisi terjadinya infeksi
Asfergillus adalah neutropenia dan kortikosteroid. Jamur saprofit ini membentuk
spora dan menghasilkan banyak konidia (spora merupakan spesies tersering yang menyebabkan
infeksi invasif yang parah.
-
Zygomikosis
(mukormikosis)
Zigomikosis (mukormikosis, fikomikosis) adalah suatu
infeksi oportunistik yang disebabkan “jamur roti” termasuk Rhizopus, Absidia, Cunninghamella dan Mucor yang temasuk dalam
kelas Zygomycetes. Factor predisposisi utamanya adalah neutropenia, pemakaian
kortikoskeroid, diabetes militus, dan rusaknya sawar kulit akibat luka bakar,
luka oprasi dan trauma.
4. Parasit
-
Protozoa
Protozoa adalah organism eukarotik bersel tunggal.
Protozoaparasitik ditularkan oleh serangga atau melalui rute feses-oral dan
pada manusia terutama menempati darah atau usus. Biasanya protoozoa berukuran
sekitar 10-50 μm,
tetapi dapat tumbuh sampai 1 mm, dan mudah dilihat di bawah mikroskop. Mereka
bergerak di sekitar dengan cambuk seperti ekor disebut flagela.
-
Cacing Pita (Cestoda)
Sistiserkosis dan Penyakit Hidatid
Taenia Solium dan Echinococcus granulosus merupakan
parasit cestoda (cacing pita yang masing-masing menyebabkan sistiserkosis dan
infeki hidatid). Kedua penyakit disebabkan oleh larva yang beerkembang setelah
telur caicing pita tertelan. Cacing pita ini memiliki daur hidup yang kompleks
yang memerlukan dua pejamu mamalia pejamu definitif, yaitu cacing mencapai
kematangan seksual dan pejamu anatara, yaitu caing tidak mencapai kematangan
seksual.
-
Arthrophoda
Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos artinya kaki yang berarti merupakan hewan yang memiliki kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata.
Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos artinya kaki yang berarti merupakan hewan yang memiliki kaki beruas, berbuku, atau bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata.
BAB III
PENUTUP
Infeksi
adalah Masuknya kuman penyakit kedalam tubuh hingga
menimbulkan gejala-gejala penyakit. Infeksi merupakan invasi dan
multiplikasi mikroorganisme dalam jaringan tubuh, yang menyebabkan cedera
selular lokal akibat metabolisme yang kompetitif, konsin, replikasi,
intraselular atau respom antigen-antibodi.
Infeksi
disebabkan oleh empat kategori yaitu bakteri, virus, jamur dan parasit.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim1
(NY) Protozoa. Tersedia http://id.wikipedia.org/wiki/Protozoa
Mahata D,
Angelina A, Juwono S, (2008) Rahasia Bakteri
?. Jakarta: PT Gramedia
Potter,
(2010). Fundamental Keperawatan. Jakarta EGC: Salemba Medika
Putra N A,
(2012) Proses Awal Terjadinya Infeksi
Pada Luka. Tersedia. http://www.emingko.com/2012/11/proses-awal-terjadinya-infeksi-pada-luka.html
Resiana N,
(2014) Tugas Patofiologi Infeksi. Tersedia. http://nissa-uchil.blogspot.com/2014/02/tugas-patofisiologi-infeksi.html
Robbins,
Cotran, (2010) Dasar Patofisiologi
Penyakit Edisi 7. Jakarta: Kedokteran EGC
Susilowarno G,
Hartono S, Mulyadi, dkk, (2008) Biologi
SMA/MA Kls X (Diknas). Yogjakarta: Grasindo
Tamboyong J
(2000) Patofisiologi. Jakarta:
Kedokteran EGC
Taufan
(2014) Pengertian ciri ciri dan
klasifikasi. Tersedia http://taufan-web.blogspot.com/2014/04/pengertian-ciri-ciri-dan-klasifikasi.html
Yolanda N
(2013) Pes. Tersedia http://www.kerjanya.net/faq/3873-pes.html
Yolanda N
(2013) Sifilis. Tersedia http://www.kerjanya.net/faq/3883-sifilis.html
Herpes adalah penyakit serius dan berulang yang tidak dapat disembuhkan melalui obat-obatan atau suntikan oleh dokter Amerika tetapi cara terbaik untuk menangani Herpes adalah dengan meminum obat herbal alami untuk itu, saya telah membaca tentang DR JAMES, dokter ahli herbal yang menyembuhkan saya dari herpes dengan obat herbal yang kuat. Saya menghubungi dia untuk mengetahui bagaimana dia dapat membantu saya dan dia mengatakan kepada saya untuk tidak pernah khawatir
BalasHapusbahwa dia akan membantu saya dengan ramuan alami dari Tuhan!
Setelah 2 hari menghubunginya, dia memberi tahu saya bahwa obatnya sudah siap dan
dia mengirimkannya kepada saya melalui UPS SPEED POST dan itu sampai kepada saya setelah 3 hari!
Saya menggunakan obat itu seperti yang dia perintahkan kepada saya (PAGI dan MALAM) dan ternyata saya
sembuh!
ini benar-benar seperti mimpi tetapi saya sangat senang! untuk orang yang menderita penyakit berikut: Penyakit Alzheimer, Penyakit Bechet, Penyakit Crohn, Penyakit Parkinson, Skizofrenia, Kanker Paru, Kanker Payudara, Kanker Colo-Rectal, Kanker Darah, Kanker Prostat, siva. Penyakit Dupuytren, Tumor bulat-sel kecil Desmoplastik Diabetes, penyakit Celiac, Penyakit Creutzfeldt-Jakob, Angiopati Amiloid Serebral, Ataksia, Artritis, Amyotrophic Lateral Sclerosis, Fibromyalgia, Fluoroquinolone Toksisitas
Syndrome Fibrodysplasia Ossificans ProgresS sclerosis, Kejang, penyakit Alzheimer, Adrenocortical carcinoma. Asma, penyakit alergi. AIDS, Herpe, Copd, Glaucoma., Katarak, degenerasi makula, penyakit kardiovaskular, penyakit paru-paru, kanker prostat, osteoporosis, kanker prostat
Dementia.Lupus.
, Penyakit Cushing, Gagal Jantung, Multiple Sclerosis, Hipertensi, Kanker Colo_Rectal, Penyakit Lyme, Kanker Darah, Kanker Otak, Kanker Payudara, Kanker Paru-Paru, Kanker Ginjal, HIV, Herpes, Hepatitis B, Radang Hati, Diabetes, Fibroid,
harus menghubungi dia untuk obat herbal karena saya adalah kesaksian hidup dan saya sembuh dari herpes dan obatnya sah. Saya mengiriminya apa yang dia minta dan dia mengirimi saya obatnya yang saya minum selama 2 minggu yang baik dan hari ini saya di sini dengan hasil negatif. Ketika saya pergi untuk tes saya sangat senang setelah minum obat herbal, saya memberi penghormatan kepada negaranya untuk merayakan bersamanya di festival Afrika-nya yang dia katakan biasanya terjadi setiap tahun. Anda dapat menghubunginya melalui VIA E-mail drjamesherbalmix@gmail.com atau nomor whatsapp: +2348152855846
Best Hotels in Las Vegas, NV | MapYRO
BalasHapus5 Casino Hotels in Las Vegas, NV · 7 Cedars 삼척 출장샵 · 2 Casino · 1 익산 출장안마 Casino · 1 Hotel 남양주 출장안마 · 2 Resorts 동두천 출장안마 Casino. Rating: 4.4 · 12 reviews · Price 제천 출장마사지 range: $$